NEWS UPDATE :

Entri Populer Pekan ini

Inspirasi

Kumpulan Kultwit

"PKS Terus Difitnah, Preman Pulogadung Marah" | Jawaban untuk Pak Busyro

Jumat, 24 Mei 2013

***

Malam itu tepatnya malam jum’at pukul 20.00 Wib tanggal 23 Mei 2013, hari biasa dimana hari itu adalah hari rutin pengurus DPC Partai Keadilan Sejahtera Pulogadung-Jkt syuro pekanan, sengaja pulang kerja langsung istirahat sejenak sembari menunggu yang lain, karena seharian beraktivitas di kantor ditambah kondisi kesehatan sedang kurang baik.  

Sekitar 15 menit rasanya mata sudah bisa terpejam dan sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun disebabkan oleh kesehatan yang kurang baik. Belum berlanjut istirahat tiba-tiba ada orang yang mengetok-ngetok pintu dari luar tanpa mengucapkan salam, tapi karena badan terasa lelah, saya anggap saja hanya mimpi. 

Ternyata semakin lama semakin suara ketok pintunya semakin keras, terpaksa membuka pintu dengan rasa malas. Setelah membuka pintu sempat terkejut, ternyata yang mengetok pintu adalah seorang Lelaki Fearless (seperti iklan extrajoss, kalau bisa dibilang adalah seorang preman, karena dari tampilannya juga sdh seperti anak Punk), sambil waspada melihat sekeliling, apakah ada motor yang hilang atau sejenisnya, karena sebelum masuk ke pintu biasanya pintu pagar pasti sudah terdengar terlebih dahulu jika ada yang mau masuk (soalnya kata warga sekitar, sekelilingnya kantor dpc sekarang sering kehilangan Barang-barang antik “Motor”), tetap waspada karena ingat kata komandan, "tetap berprasangka buruk sampai antum nyaman dengannya”.

Setelah itu, si Abang preman itu mengucapkan salam sambil mengulurkan tangannya....

Si abang:  Assalamu’alaikum ( sambil mengulurkan tangan)

Saya:  wa’alaikumsalam wr.wb. (menerima dengan senyum dan masih heran)

Si abang: Mohon maaf saya mengganggu pa, saya hanya mau ketemu ketua PKS disini  apakah ada?

Saya:  Maaf bang, ketuanya belum datang, ada yang bisa saya bantu?..mana tau saya bisa bantu (sambil tersenyum, tapi si abang wajahnya gk ada senyum, yang ada wajah ingin marah :..-) )

Si abang: Begini pa, saya hanya menyampaikan salam kepada Ketuanya, PKS jangan pernah menyerah, biarkan Media berkata apa, PKS tetap harus maju "Allahu Akbar” ( si Abang sambil takbir).

(tiba-tiba mendengar itu, saya merinding, rasanya lelah dan sakit saya hilang)

Si Abang melanjutkan pembicaraannya..

Si Abang: “Sebenarnya saya tidak suka dengan pemberitaan di media, itukan masalah pribadi orang tidak perlu bawa ke PKS, sedangkan spanduk PKS yang dipinggir jalan, saya sampe nangis membacanya pa, yang isinya hukum harus ditegakkan dengan adil”

(Saya hanya bisa mendengarkan dan tersenyum, karena takut orangnya emosi)

Si Abang: Begini pa, PKS disini tidak perlu takut, saya punya anak buah banyak, punya cabang dimana- mana, dari jakarta sampai bekasi, kalau ada apa-apa hubungi saya aja pa.

Saya: oo.. gitu ya bang...

Si Abang: Kalau ada acara bisa hubungi saya aja pa buat bantu, bapak gk usah memikirkan bayar kita, saya mengatakan ini mendukung PKS karena Allah pa, bukan karena harta ataupun yang lain (sambil bersumpah dan takbir).

(Saya hanya bisa mendengarkan) -)

Si Abang: Untuk masalah uang pa, kami tidak butuh bantuan siapapun, justru kami dari Laskar kami, sekarang mengumpulkan uang untuk membantu PKS untuk memenangkan Pemilu 2014 nanti. Itu tekad kami pa...

Saya:  Subhanallah pa, terimakasih atas kontribusinya...

(tiba-tiba langsung dipotong sambil marah)

Si Abang: ehh..pa, jangan berterimakasih kepada saya dong.... apakah kami salah ikut PKS?

Saya: maaf bang....

Si Abang:  Kami juga preman pa, tapi kami juga ingin seperti Alm Ust Jefri, taubat dan ingin berdakwah, alhamdulillah dari sini akan kami memulainya, sekarang kami sudah bekerja walaupun hanya sedikit yang penting halal.

Saya: Insya Allah bang..

Si Abang: Kami ingin menjadi kader PKS pa, tapi saat ini saya tidak ingin orang tahu kami ini dekat dengan PKS, tapi insya Allah kami akan dukung dari belakang, maksudnya bapak-bapak yang didepan, tapi kita dari belakang yang tidak kelihatan ini pa..

Saya : Terimakasih bang...

Si Abang:  Satu lagi pa, tolong jangan kasih tahu siapa-siapa atas dukungan kami.....kenalkan nama saya ***** (mohon maaf tak bisa disebut disini). rumah saya  satu RT dengan rumah ini pa.

Saya:  (iseng saya bertanya) ..apakah abang sudah ngaji...?

Si Abang:  Insya Allah Kami sudah mulai mengaji di masjid.. Ya sudah pa, saya pamit dulu ya...sampaikan salam saya ke Ketuanya, jangan sampai menyerah.. Assalamu’alaikum (sambil salaman).

Saya:  Wa’alaikumsalam.wr.wb, terimakasih ya bang atas nasehatnya..
(sambil mengantar sampai ke Pintu gerbang..)

***

Rasanya sakit saya hilang ketika mendengar nasehatnya. Sangat luar biasa semangatnya.

Semoga saja ini menjadi berita besar ketika jiwa kita sedang butuh sesuatu karena sedang ada cobaan dan ujian yang sangat besar, ternyata masyarakat sangat simpatik dengan PKS yang sedang diterpa ujian.


*(seperti dituturkan Hendi)



-sumber: http://politik.kompasiana.com/2013/05/24/pks-terus-difitnah-preman-pulogadung-marah-562989.html


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Anis Matta: Ada Diskriminasi Hukum terhadap PKS


Jakarta : Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menilai kasus suap kuota impor daging sapi yang melibat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq terkesan ada diskriminasi hukum oleh aparat penegak hukum.

Seharusnya, lanjut Anis institusi penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mendiskriminasi penegakan hukum yang tengah ditanganinya saat ini. KPK terkesan lebih mengutamakan pengungkapan kasus yang tengah melibatkan mantan petinggi PKS ketimbang penyelesaian kasus-kasus besar sebelumnya yang belum terungkap.

"Sekarang ini masyarakat melihat ada diskriminasi dalam hukum, ada sifat berlebih-lebihan dalam tata cara mereka men-treat (memperlakukan) PKS, ada yang berbeda sama sekali dengan kasus lainnya," kata Anis sebelum membuka acara Election Update untuk menguatkan struktur meraih target 3 besar pada Pemilu 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (24/5/2013).

Karena masyarakat telah memahami adanya diskriminasi hukum yang dimainkan oleh beberapa pihak, maka Anis mengaku yakin partai yang dipimpinnya saat ini dapat menembus target 3 besar dalam pemilu 2014 mendatang.

"Saya bersyukur bahwa seluruh pristiwa ini, justru menambah simpati publik kepada PKS. Karena itu, saya sangat confident (percaya diri) bahwa PKS akan masuk 3 besar," tukas Anis. (Mut/liputan6)



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

LHI dan Prahara PKS, "Skenario Yang Tak Sempurna"






Oleh: Hepi Andi Bastoni
Penulis



"LHI dan Prahara PKS"

Skenario itu dibuat begini. Malam itu, Ahmad Fathonah (AF) dan Maharani (M) ketemu di hotel Le Meridien itu. AF sudah kontak LHI untuk datang ke hotel dan dia sudah siapkan 1 M.

Sang pembuat skenario sudah mengkondisikan media dan KPK untuk bersama menggrebek. LHI akan ketangkap basah: bersama wanita seksi dan bukti 1 M. Sempurna!

Skenario lanjutannya juga sudah disiapkan. Selain M, akan muncul juga Ayu Azhari (AA), Vitalia Sesha (VS), Kiki Amalia (KA) dan terakhir Darin Mumtazah (DM) serta mungkin wanita-wanita lain yang dipaksa keluar.

Tapi Sang Maha Pembuat Skenario berkehendak lain. LHI tidak datang ke hotel. Mestinya penggrebekan itu ditunda karena pemain utamanya tidak datang. Tapi kalau ditunda sampai kapan? Pilkada Jabar dan Sumut segera akan dimulai. Salah satu sasaran pembuat skenario adalah merusak citra LHI sehingga PKS tidak akan memenangkan pilkada di dua tempat itu.

Karena itu, penggrebekan tidak bisa ditunda. Harus malam itu juga. Penangkapan juga tidak bisa ditunda. Meski LHI tidak tertangkap tangan di hotel bersama AF dan M saat penggrebekan dan justru sedang memimpin rapat di DPP PKS, tetap harus dibekuk, malam itu juga.

Drama pun berjalan. Segala aset yang diduga ada hubungannya dengan LHI dan AF dipaksa sita meski awalnya tak sesuai prosedur, tidak membawa surat bukti sita. Satu demi satu saksi dipanggil walau tak ada hubungannya langsung dengan kasus. Jazuli Juwaini (JJ), misalnya, mengaku kepada wartawan saat dipanggil KPK, tak ditanya apa-apa. JJ hanya ditanya terkait dengan mekanisme hierarki struktur PKS. Tak ada hubungannya dengan kasus suap.

Tujuan pembuat skenario memang bukan untuk menjerat para saksi itu. Tapi untuk membuat deret panjang faktor yang membuat PKS tercoreng di mata publik. Kasus ini sengaja digoreng.

Mengenai usaha mencoreng nama PKS ini begitu transparan dilakukan sebagian media. Ingat kasus usaha penyitaan mobil-mobil di DPP PKS. Di media muncul kesan seolah sekuriti DPP PKS menghalangi usaha penyitaan. Tak disebutkan mengapa mereka menghalangi. Sehingga muncul kesan PKS tidak akomudatif terhadap KPK.

Kasus lainnya juga sama. Usai Hilmi Aminudin (HA) diperiksa KPK, berita serempak menyiarkan pengawal HA memukul para wartawan. Padahal yang terjadi sebaliknya.

Kasus terakhir, DM. Nah, ini lebih seru lagi karena melibatkan seorang wanita seksi siswi sebuah SMK. Di sebuah media lokal jaringan Jawa Pos (JP), dipampang besar-besar di head line-nya dengan judul ISTRI LUTHFI SISWI SMK. Langsung memvonis! Tak ada kalimat DIDUGA, DISEBUT-SEBUT dan kata sejenisnya. Tapi langsung pada opini. Bagaimana mungkin sebuah media yang merupakan jaringan JP bisa melakukan kebodohan seperti ini. Belum lagi di atas judul tersebut sengaja dipasang iklan calon Walikota dari PKS. Sengaja untuk memunculkan kesan: jangan pilih orang ini karena ada hubungan dengan LHI.

Kembali ke DM. Hari itu hampir semua media kompak memberitakan. Berdasarkan hasil wawancara satpam, sekretaris RT dan analisa Pustun-Timur Tengah-berdarah Arab, maka disimpulkan: DM istri nikah sirri LHI! Ditambah lagi kesaksian warga yang sering melihat LHI bolak-balik ke rumah kontrakan tersebut bahkan sampai menginap dan shalat Subuh. Tuduhan diperkuat lagi dengan adanya bukti transfer 10 juta dari LHI ke rekening DM. Sempurna! Sangkalan ibu DM dan bungkamnya LHI dikesampingkan.

Belakangan terbukti: LHI memang punya hubungan, bukan dengan DM tapi dengan ayahnya. Ada pun transfer dana seperti pengakuan DM kepada pihak sekolah, itu dana ayahnya yang numpang rekening DM. DM sempat bersumpah ia tidak pernah menikah dengan LHI.

Awal munculnya isu ini kalau ditelusuri begini. KPK mem-print catatan rekening tabungan LHI. Didapatkan dari sekian banyak transaksi, ada yang 10 juta ke wanita bernama DM. Sang pembuat isu langsung memainkan perannya. Memblow up berita seolah-olah LHI menikahi DM.

Tak ada yang mengaku sebagai perancang skenario drama ini, memang. Tapi targetnya jelas. Pertama, membenturkan PKS dan KPK yang selama ini sangat getol memerangi korupsi.  Jika tidak PKS, maka KPK yang dirusak citranya, atau dua-duanya.

Target kedua, merusak citra PKS khususnya jelang Pemilu 2014. Caranya: merontokkan citra tokoh-tokoh PKS melalui KPK. Mereka berharap publik tidak akan menaruh kepercayaan lagi kepada PKS. Paling tidak, publik akan menganggap PKS sama dengan partai lain. DR. Chaerul Huda (ahli pidana, staf ahli kapolri)  dalam acara di Jak Tv (23/5) menyatakan, "Kalo penegak hukum menghancurkan karakter tersangka, kasus hukumnya biasanya lemah (kasus TPPU LHI).”

Dari dua target itu, mana yang berhasil? Target pertama memang masih menunggu waktu. Tapi target kedua jelas gagalnya.

Fakta di lapangan justru sebaliknya. Gencarnya pemberitaan media, khususnya cetak dan elektronik, memang begitu memojokkan PKS. Tapi tampaknya, tidak terlalu berdampak besar terhadap PKS karena dua hal.

Pertama, para kader PKS khususnya sebagian besar kalangan terdidik. Mereka bisa memisahkan mana fakta dan mana bukan. Maraknya pemberitaan di  media cetak dan elektronik, justru bisa diimbangi dengan media internet: blog, FB, twitter, BBM dan lainnya.

Kedua, tidak seperti kebanyakan partai lainnya, PKS tidak dibesarkan karena tokoh. Justru sebaliknya, PKS yang membesarkan kadernya menjadi tokoh. Karena itu, ‘rusaknya’ citra salah satu atau beberapa tokoh PKS, tidak akan berpengaruh besar. Dengan demikian, prahara ini tidak akan berdampak banyak terhadap kehancuran PKS.

Bahkan sebaliknya, gencarnya pemberitaan di media menjadi promosi gratis tersendiri bagi PKS. Mereka tak perlu mengeluarkan dana besar untuk memperkenalkan PKS ke publik. Hampir setiap hari, masyarakat disuguhi berita tentang PKS.

Hal ini mengingatkan kita pada awal-awal dakwah Nabi saw. Ketika tak mampu lagi membendung dakwah Nabi saw, apa yang dilakukan Abu Jahal? Bersama tokoh Quraisy lainnya, ia menemui setiap pendatang dan menceritakan keburukan Muhammad saw. Akibatnya, nama Nabi saw makin terkenal, kian membuat orang penasaran. Ketika mereka kembali ke kampung-kampung, mereka membawa berita tentang Muhammad saw. Lambat laun kian banyak yang tertarik karena isu yang dihembuskan Abu Jahal tidak sesuai dengan fakta. Mereka pelan-pelan masuk Islam.

Hal yang sama terjadi juga usai robohnya gedung WTC di Amerika. Saat media Barat ramai-ramai mencaci maki kaum Muslimin, nama Islam makin sering disebut. Orang-orang penasaran. Mereka beramai-ramai mempelajarinya, tidak menemukan seperti tuduhan. Mereka masuk Islam. 

Selain itu, prahara PKS juga tampaknya tidak mengganggu kinerja para kadernya. Di berbagai daerah, mereka tetap mengisi majelis taklim, bakti sosial, mengisi ceramah untuk Peringatan Hari Besar Islam dan lainnya. Bukti nyata bahwa prahara ini tidak berpengaruh adalah: kemenangan PKS di Jabar dan Sumut serta beberapa wilayah lainnya.

Di sisi lain, kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi PKS. Mereka jadi lebih selektif memilih para calon anggota dewan ke depan. Mereka juga lebih hati-hati dalam bertindak. Ibadah-ibadah personal dan berjamaah, seperti mabit, puasa sunnah dan lainnya menjadi lebih giat. Kegiatan menuju TIGA BESAR yang mereka namakan dengan Liqa' Tansiqi Tarbawi 3 Besar (LT3 Besar) terus berlangsung pada setiap kecamatan. 

Dan, pukulan bandul prahara ini bisa jadi berbalik jika kelak terbukti jelang Pemilu 2014, LHI diputuskan TIDAK BERSALAH sebagai mana yang terjadi pada Misbachun, mantan anggota DPR RI PKS dan Achmad Ru’yat, walikota Bogor dan kawan-kawan yang divonis bebas!


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Ketika 'Gajah-gajah Besar' Ingin Jadi Penguasa Tunggal



Oleh Budiman Mustofa, Lc.,M.P.I
Solo

Masih ingatkah memori Anda dengan kisah Ash-haabul Fiil (tentara bergajah). Ya…kisah ini diabadikan dalam surat Al-Fiil, surat Makkiyah, surat yang ke-105 pada juz 30.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 571 Masehi, tahun yang sama saat kelahiran nabi besar Muhammad saw. Anda masih ingat apa yang menjadi alasan utama mengapa tentara Abrahah bin Al-Asyram bersikeras untuk menyerang Mekkah? Ya…karena alasan utamanya disana ada Kakbah, sebagai simbol orang-orang Mekkah dan jazirah Arab sekitarnya beribadah ketika mereka melakukan ibadah haji. 

Kita tahu bahwa Kakbah adalah warisan nabi Ibrahim dan Ismail yang dibangun atas perintah Allah swt sebagai simbol kiblat ibadah yang paling mulia dan diberkahi di muka bumi ini. Sekalipun, kenyataannya sepeninggal mereka berdua banyak orang yang  menyeleweng dari ajaran nabi Ibrahim, hingga diutusnya nabi Muhammad saw yang bertugas untuk mengembalikan mereka pada ajaran yang benar.

Dengan kemauan kerasnya, Abrahah Gubernur Yaman saat itu, ingin menghancurkan Kakbah. Selain karena ia telah berjanji kepada Raja Najasyi (penguasa negri Habasyah/bagian Afrika), sebagai bentuk pengabdian dan ketaatannya, ia juga telah mempertimbangkan secara matang ancaman ekonomis, politis, sosiologis, dan demografis yang akan ditimbulkan jika penduduk Mekkah dengan Kakbahnya yang sangat strategis mengalami perkembangan yang maju di hari depannya. Semua pun bisa membaca potensi tersebut ada pada keberadaan Kakbah yang tidak pernah sepi dari lawatan semua pedagang dan pengunjung. Juga tempat transit yang sangat nyaman dan tepat dari berbagai negri.

Oleh karena itu Abrahah telah memutuskan beberapa langkah antisipatif. Step awal, sebagai trial dan dengan penuh percaya dirinya adalah membangun replika Kakbah yang jauh lebih megah, lebih meyakinkan performancenya, lebih attractiv dan menelan biaya yang sangat besar. Ia letakkan replika Kakbah di dalam sebuah gereja yang sangat besar dan megah itu. Gereja yang disebut sejarah dengan gereja Al-Qulais.

Harapannya negri Yaman akan berubah menjadi negri yang sangat ramai, sebagai pusat trading, sumber ekonomi, mendapatkan dukungan sosial politik yang besar dari segala penjuru, sekaligus sebagai pusat peribadatan. Kakbah jelas akan berpindah ke Yaman. Dan Kakbah yang bentuknya jelek di Mekkah itu akan tinggal onggokan. Ini persepsi Abrahah. Namun faktanya, tidak ada perkembangan yang menggembirakan yang diharapkan sebagaimana persepsi Abrahah. Semakin hari replika Kakbah di gereja Al-Qulais semakin sepi pengunjung. Opini public tidak seperti opini yang Abrahah bangun. Ini sungguh, sangat mengecewakan. Dan sangat membahayakan masa depan kekuasaannya.

Oleh karena itu, Abrahah sebagai penguasa tertinggi, harus cepat segera mencari step kedua, sebagai langkah pamungkas. Sebab, ia tidak rela kerja kerasnya selama ini tidak membuahkan hasil apa-apa. Langkah kedua ini haruslah langkah yang sensasional. Harus langkah yang extraordinary. Harus menggemparkan publik. Membuat semua penduduk negri gemetar, takut akan kedigdayaannya, terutama bagi penduduk Mekkah, yang memiliki Kakbah. Jika langkah itu tidak segera diambil, maka masa depan Abrahah dan kekuasaannya akan suram.

Tahukah Anda apakah the next step yang diambil Abrahah? Ya… Dia harus menghancurkan symbol Kakbah sehancur-hancurnya. Dan ia sendiri yang harus memimpin operasi pembumihangusan itu. Ia harus mengontrol semua pergerakan pasukannya. Di bawah komandonya. Atas kendalinya. Dengan demikian ia sendiri yang merasakan capaian titik klimaks dendam dan rasa irinya yang sudah tidak tertahan. 

Cukupkah? Oh tidak..!! Pasukan yang ia bawa juga harus pasukan khusus. Pasukan bergajah. Dan bukan sembarang gajah juga, tapi gajah yang dipakai untuk operasi pembumihangusan, juga harus GAJAH YANG SUPERBODY (gajah terbesar). Yang belum pernah ada dimanapun. Yang bisa menimbulkan goncangan psikologis (psychological shock), sekalipun hanya sekedar melihatnya.

Diceritakan dalam tafsir Ibnu Katsir bahwa gajah-gajah yang terbesar, yang berjumlah 12 itu, ditempatkan pada garda terdepan. Keduabelas gajah terbesar itu kaki mereka diborgol oleh Abrahah. Sehingga pergerakan mereka tidak bebas dan bisa diarahkan sesuai dengan keinginannya.

Singkat cerita, mereka sampai di Mekkah. Bahkan dikisahkan jika mereka melewati suatu perkampungan, maka Abrahah ‘menyita’ dan ‘merampok’ semua harta penduduknya. Termasuk ketika sampai di pinggiran kota Mekkah ia juga ‘menyita’ 200 onta milik Abdul Muthalib. Abdul Muthalib pun tidak terima dengan tindakan premanisme Abrahah. Maka, ia menuntut Abrahah agar mengembalikan 200 onta miliknya.

Dengan nada mengejek Abrahah balik bertanya, “Engkau datang kepadaku hanya ingin mengambil 200 onta? Sungguh sangat hina. Kenapa engkau malah tidak melakukan pembelaan terhadap Kakbah yang akan segera aku hancurkan?.”

Maka Abdul Muthalib menjawab, “Engkau tahu, bahwa 200 onta ini milikku. Adapun Kakbah itu sudah ada pemiliknya. Pemilik Kakbah itulah yang akan melakukan pembelaan terhadapmu. Pemilik Kakbah inilah yang akan menjaganya (inna lihaadzal baiti rabban yahmiihi).”

Jawaban ini mengisyaratkan bahwa Abdul Muthalib tidak ada rasa cemas dan takut sama sekali ketika berhadapan dengan Abrahah, Sang Pemimpin Pasukan Bergajah. Ia juga tidak akan melakukan pembelaan yang membabi buta atas rencana Abrahah yang akan menghancurkan Kakbah. Ia hanya mengingatkan sifat arogannya akan berujung pada kehancuran dan kebinasaan. Sebab, yang menyelesaikan masalah ini semua adalah Sang Pemilik Kakbah. Tapi. ternyata nasihat ini tidak digubris Abrahah.

Ia bertambah arogan. Ia justru langsung mengerahkan pasukannya menuju Kakbah. Semua penduduk Mekkah hanya terdiam. Mereka hanya menonton di balik perbukitan. Rumah-rumah mereka kosongkan. Mereka hanya menunggu keajaiban dari langit. Sebab, mereka tidak mungkin ampu menghalangi tentara bergajah itu.

Abdul Mutahlib pun mulai berdoa. Memasrahkan semua pada kehendak Zat Yang Memiliki Kakbah. Dan terjadilah apa yang terjadi. Semua tentara bergajah yang dating penuh arogan itu hancur lebur berkeping-keping, bagaikan dimakan ulat. Mereka diserang oleh tentara Allah dari langit. Allah mengutus sekelompok burung yang membawa batu-batu panas dari neraka jahannam untuk menghancurkan tentara bergajah.

Bahkan dalam tafsir diceritakan kedahsyatan dan kengerian pembalasan Allah itu, ketika gajah atau pasukan manusia itu terkena lemparan batu pasukan burung, maka kulit dan dagingnya langsung mengelupas. Tinggal tulang belulang. Maha besar Allah atas pertolongannya terhadap orang-orang yang terzalimi.

***

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?
Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,
Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,
Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

(QS Alfiil)

Saudaraku yang dirahmati Allah…

Surat Al-Fiil ini turun untuk menghibur, membangun dan membangkitkan optimisme nabi Muhammad saw. dan para sahabatnya di tengah terpaan badai dakwah yang luar biasa di kota Mekkah. Surat ini seakan meyakinkan bahwa inna lihadzihid da’wati rabban yahmiiha (sesungguhnya dakwah ini milik Allah, dan Allah lah yang akan menjaganya).

Maka, luruskanlah niat. Dekatkan diri pada Allah. Pupuklah semangat. Bangkitkanlah optimisme. Tidak ada satu pun yang mustahil jika Allah menghendaki. Allohu Akbar…!

Salam Cinta – Kerja dan Harmoni.



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Anis Matta: Sejarah Dikendalikan oleh 'Challenge for Response'


Kutipan wawancara eksklusive Arya Sinulingga, Host MNCNews, dengan Anis Matta, Presiden PKS, pada acara "One On One Bersama Anis Matta" yang disiarkan live MNCNews, Rabu (22/5/13).

***

Arya Sinulingga : Belakangan ini PKS mengalami goncangan yang sangat besar, bagaimana komentar Pa Anis Matta menyikapi hal ini?

Anis Matta : Sebelumnya saya akan memaparkan sikap pribadi saya dalam menyikapi setiap masalah. Baik yang menyangkut saya maupun menyangkut orang lain dan saya ada didalam pusaran peristiwa tersebut. Saya akan selalu memulai dengan sebuah pertanyaan : "Apa yang diinginkan Allah, atau hikmah apa yang akan Allah berikan dari setiap peristiwa ini?"

Apapun aktivitas yang kita lakukan, pada dasarnya selalu ada tantangan dan cobaan. Selanjutnya cara kita bereaksi terhadap sebuah masalah ditentukan oleh persepsi kita, karena itu maka saya selalu memulai dengan pertanyaan tersebut, hikmah apa yang akan Allah berikan dibalik peristiwa ini. Setelah saya menangkap hikmah dibalik peristiwa itu, maka saya akan bereaksi dibawah bimbingan hikmah dari peristiwa itu.

Apa yang saya alami saat menjadi Presiden PKS 1 Februari 2013, tidak jauh berbeda dengan apa yang saya alami saat saya diangkat menjadi sekjen PK tahun 1998. Saat itu saya tidak mempunyai pengalaman, tidak punya pengetahuan, PK tidak punya tokoh, tidak punya dana. Kita bergerak dengan apa yang kita miliki seadanya. Namun karena saat itu kita mempersepsikan sebagai momentum pembelajaran yang akan memicu kita untuk tumbuh. Bahkan saat itu saya pribadi tidak mengetahui bagaimana sistem perhitungan pemilu itu seperti apa. PK pernah tidak lulus parlemen threshold sehingga akhirnya harus membuat partai baru bernama PKS.

Saya mempunyai sebuah keyakinan, bahwa Allah tidak akan pernah menimpakan sebuah beban melebihi kemampuan kita untuk mengatasinya. Jadi begitu beban seperti ini datang, saya percaya bahwa beban yang datang belakangan ini pasti akan dapat tertanggulangi dan bahkan bisa menjadi alat untuk memicu adrenalin kita untuk jauh lebih produktif. Jadi tantangan itu adalah salah satu dari sisi yang membuah sebuah sejarah itu hidup.

Dalam filsafat sejarah, sejarah dikendalikan oleh Challenge for Response, makin besar tantanganya, maka akan semakin besar responya. Kalau tantangan kecil, maka respon juga akan kecil. Maka dari itu, saya mendefinisikan masalah PKS ini bahwa kondisi ibarat PKS itu ada di tepi sumur, apabila ada yang menggeser/mendorong maka bisa saja terjatuh.

Saya menggunakan istilah sumur ini melihat dari kisah nabi Yusuf. Kala itu saudara-saudaranya berfikir dengan memasukan Nabi Yusuf kesumur maka semuanya sudah selesai. Sejarah mencatat kemudian 40 tahun kemudian saudara-saudara Nabi Yusuf kembali bertemu ditempat yang berbeda, bukan di sumur namun di Istana.

Saya menggunakan metafor ini karena saya yakin ketika kita menghadapi masalah dan kita menafsir masalah dalam persepektif Allah, biasanya Insya Allah akan membimbing kita bereaksi secara baik terhadap masalah ini.

***

Arya Sinulingga : Untuk kasus impor daging sapi ini, mengapa yang lebih terekspos adalah masalah perempuan?

Anis Matta : Itu salah satu bukti dari bias dalam membahas persoalan ini. Inilah yang oleh banyak pihak menyampaikan masalah ini sebagai Festivalisasi. Dalam setiap pelaksanaan hukum, pada akhirnya bertumpu kepada persoalan niat. Kadang-kadang anda punya alasan secara legal memang mempunyai hak untuk memanggil siapa saja, namun tidak signifikan. Namun hal ini diperlukan untuk menjadikan tontonan dan menjadikan bias.

Namun saya kira orang-orang akan salah paham bahwa publik Indonesia akan terpengaruh dengan masalah ini. Publik memahami bahwa dengan menghadirkan sosok-sosok perempuan ini sudah berada diluar konteks.

Publik Indonesia sudah sangat cerdas memberikan penilaian, akses informasi sudah sangat terbuka luas. Publik sudah semakin cerdas melihat ada kejanggalan dari kondisi ini. Publik Indonesia melihat betapa bias dan carut marutnya mengimplementasikan agenda-agenda hukum di negeri ini. Jadi saya tidak terlalu khawatir, apalagi meninggalkan dukungan ke PKS.


*kabarpks


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

"Sensasi" untuk Menutupi Kegagalan KPK | by @Fahrihamzah


by @Fahrihamzah


Media tentu dapat menciptakan realitas seolah-olah, dan kecerdasan memilah adalah tantangan pemirsa..

Tapi panggung bukan ciptaan media. Korupsi ingatan publik tidak sepenuhnya dosa media.. panggung ada di KPK..

Coba lihat mutu panggungnya dalam perspektif hukum...apa kriteria hukum setiap potong adegan yg dibuka?

Dan yang penting bukanlah tegaknya hukum secara adil dan pasti tapi meriahnya panggung pemberitaan..

Setiap pagi, kita dibangunkan oleh sensasi baru...sebuah penangkapan dan seribu asmara..

Dan secara sepihak hukum diterjemahkan tanpa nalar dan kebijaksanaan... bahkan tanpa rujukan.

Maka kalau kita kembali pada pembuat hukum seperti Prof Romli, nampaknya kita selama ini menonton fiksi cerita detektif.

KPK membuat tontonan yang menarik selama 10 tahun tapi hanya sebagai tontonan..

Kita tak kunjung beranjak pada peradaban yang luhur dan penuh etik..kepastian makin jauh.

Tapi publik mulai menikmatinya..dan lambat laun memori kita mulai menganggapnya wajar:-)

Kegagalan pemberantasan korupsi ini menjadi sukses hanya karena gaduh.. sukses sama dgn sibuk, bukan sama dengan berhasil.

Kita mulai menganggap lebih baik ramai, gaduh dan masalah terus ada daripada senyap dan masalah selesai.

Inilah korupsi ingatan...yang mengutip adlai, "sama dengan mencuri uang negara".

Kita nampaknya perlu mulai merehabilitasi pikiran yang dikorup..dan kita titipkan kepada media...

Orang-orang harus dibangunkan...(Rendra)..end.



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Pakar Hukum: Penegak hukum menghancurkan karakter tersangka, pertanda kasus hukumnya lemah


DR. Chaerul Huda (ahli pidana, staf ahli kapolri)  dalam acara di Jak Tv tadi malam (23/5) menyatakan: "Kalo penegak hukum menghancurkan karakter tersangka, kasus hukumnya biasanya lemah (kasus TPPU LHI).

Sebagaimana semua kita tahu, kasus pokok yang menimpa Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) sudah sangat kabur dan seperti ada unsur kesengajaan menutupinya dengan penghancuran karakter LHI dengan begitu bombastisnya pemberitaan tentang "wanita-wanita" Ahmad Fathanah dan munculnya sosok Darin Mumtazah yang dikait-kaitkan dengan LHI.

Sebagimana diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menunda melimpahkan berkas perkara tersangka Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dan Ahmad Fathanah ke penuntutan yang direncanakan pada pekan ini. Ini mungkin juga indikasi betapa KPK kesulitan dalam kasus LHI ini. Para pakar hukum juga banyak yang menyatakan lemahnya kasus LHI.



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

"Menikmati Kerja-kerja Aktivis Dakwah" | by @teddiprasetya





@teddiprasetya
Founder of Indonesia NLP Society




Tak banyak orang yang sadar bahwa hidup mereka dipengaruhi oleh aktivis dakwah. Saya salah satunya.

Aktivis dakwah itu, kerjanya halus. Bajunya macam-macam. Mengajak pelan-pelan. Hingga orang taubat perlahan.

Di kantor saya lama, masjid awalnya sepi. Ramai hanya kala jumatan. Kini? Jangan tanya penuhnya di jam shalat.

Banyak sudah orang bertaubat di masjid itu. Dulu dunianya kelam, kini lurus selurus-lurusnya.

Dan mereka mungkin tidak pernah sadar kalau ada aktivis dakwah yang diam-diam bekerja memakmurkan masjid.

Saya bukan aktivis. Tapi jadi saksi pekerjaan mereka. 15 menit sebelum adzan keliling ajak orang berjamah. Halus.

Tiap ada yang kesusahan, di sela jam kerja mereka keliling mengedarkan amplop. Patungan bantu yang sedang alami musibah.

Kini orang bisa kagum pada masjid kantor yang ramai itu. Tersentuh dengan suasananya. Tak tahu siapa yang gerakkan.

Beberapa aktivis yang saya kenal sudah resign. Yang taubatnya baru belakangan tak pernah tahu siapa dibalik semua itu.

Suami taubat. Istri bahagia. Tak pernah sang istri tahu siapa yang mempengaruhi suaminya.

Aktivis seperti ini sudah saya kenal sejak SMA. Mereka kerja. Sulit untuk tak tersentuh perjuangan mereka.

Saya tidak ikut kerja mereka. Tak sanggup. Betapa keras dan ikhlas. Hanya doakan dari jauh dan ikuti seruannya.

Tentu mereka manusia biasa. Makan, hidup, kerja. Tapi dibanding saya? Jauh waktu mereka lebih berharga.

Sempat dulu saya alergi sama mereka. Tapi belakangan baru sadar, itu karena kekotoran jiwa saya sendiri.

Masjid kantor tadi itu baru ramai 2008-sekarang. Perlu 7 tahun sejak pertama kali ada tahun 2001.

Saya masuk 2005. Dan 3 tahun alami pengajian mingguan hanya diisi 5 orang. Tekun sekali.

Mudah bagi saya meyakini kalau keburukan aktivis dakwah adalah fitnah. Karena 10 tahun lebih saya lihat kerja mereka.

Saya bukan aktivis, tapi menikmati kerja mereka yang tak pernah diminta.

Di kampus pun sama. Mushala kecil itu digerakkan oleh orang-orang tekun, sekaligus pemenang lomba riset ilmiah.

Kalau sekarang aktivis dakwah kaya, itu buah keikhlasan mereka. Dakwah pun perlu dana. Mereka kerja keras.

Ada aktivis yang siang kerja, malam dagang, lalu bimbing pengajian hingga larut malam. Sanggup? Saya tidak.

Sekarang ini, berhijab itu mudah. Dulu, aktivis dakwah dagang karena tidak diterima kerja sebab berhijab.

Ada aktivis dakwah kerja keras agar jadi manajer. Apa sebab? Biar bisa atur jadwal rapat tidak bentrok waktu shalat.

Kemenangan dakwah bukan kala kader jadi menteri. Tapi kala masjid di kementerian ramai, karyawan kerja jujur.

Aktivis dakwah itu ibadahnya 'ngeri'. Karena kerja mereka berat. Penuh ujian. Sering pula hinaan. Perlu energi.

Fitnah bertubi-tubi itu ujian bagi aktivis dakwah. Berlatih tak bergantung pada sanjungan pujian makhluk.


*https://twitter.com/teddiprasetya


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

"One Day One Riyal" PKS Saudi Songsong 3 Besar

Kamis, 23 Mei 2013


ONE DAY ONE RIYAL


Oleh: Rusmawati

Issue cetar membahana di negri tercinta Indonesia tentang PKS ternyata ga ngefek buat kader PKS di Arab Saudi.

Alhamdulillah wa syukurillah pada Jum'at, 10 Mei 2013 telah berlangsung kegiatan LT3B, atau Liqo Tansiqi Tarbawi 3 Besar yang diselenggarakan oleh DPW Bidpuan PKS Arab Saudi. Acara ini  merupakan pertemuan tarbiyah gabungan bagi para kader akhawat untuk menyongsong target kemenangan dakwah menjadi partai politik urutan 3 besar di Indonesia. Kegiatan yang bertemakan "Memperkokoh Ma'nawiyah, Ukhuwah serta Soliditas Kader Akhawat" dihadiri oleh seluruh kader perempuan khususnya di kota Riyadh.

Acara yang menghadirkan dua pembicara Ust. Faris jihadi Lc dan Ibu Ir. Dian Utami ini memberikan efek semangat buat kader perempuan Riyadh. Mereka berdua memberikan penjelasan mengapa PKS masih tetap aktif menjalankan tugasnya? Karena PKS adalah partai dakwah yang menganggap bahwa parlemen juga merupakan sarana mimbar dakwah. Dari sana diharapkan lahir undang-undang yang  sejalan dengan nafas Islam sebagai agama rahmatan lil'alamin. Pada akhir pembicaraan, Ibu Dian mengatakan bahwa dakwah adalah jalan para nabi yang penuh goncangan dan ujian. Jadi wajar bila PKS yang notabene partai dakwah, pun mengalami hal serupa.

Pada sesi akhir  ketua kaderisasi akhwat PKS Arab Saudi  mencanangkan program untuk seluruh kader Arab Saudi, yaitu "One Day One Riyal" yang akan berlangsung hingga hari H pemilu 2014, sebagai bentuk kerja nyata seluruh kader Arab saudi untuk pemenangan 3 besar 2014. Hal ini dilakukan  karena dana PKS adalah dana infak kader dari tingkat bawah sampai atas dan bukan dana yang digelontorkan oleh petinggi partai, sehingga rasa memiliki dan sayang mengakar pada para kadernya.. Kantong-kantong pun dibagikan kepada peserta, selanjutnya acara diakhiri dengan game dan  do'a bersama.

Semoga setelah acara ini, langkah-langkah akhawat Riyadh  semakin kokoh, imannya tumbuh subur, akhlaknya makin memikat, amalnya makin banyak, dan ukhuwahnya semakin erat. Hingga Cinta – Kerja – Harmoni dapat tersebar tidak hanya di Indonesia namun juga di tanah Arab. Allahu Akbar!!



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Ini 2 Prinsip Anis Matta Dalam Berpolitik


Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, dirinya punya dua prinsip hidup dalam perpolitikan di Indonesia.

Menurutnya, dua prinsip itu adalah pertama memberikan kontribusi terhadap yang apa yang sudah dipercayakan kepada dirinya dan berusaha maksimal dalam menjalankan tugas itu. Karena menurutnya, yang dipentingkan itu kontribusi apa yang bisa diberikan dalam organisasi.

"Kedua saya punya prinsip sebagai belajar cepat. Saya berpikir politik ini adalah ilmu yang dipelajari oleh setiap orang, sepanjang dia mau terjun ke lapangan. siapa yang belajar dengan tekun di awal, dia pasti akan memperbaiki performance-nya," kata Anis Matta, dalam diskusi live di MNC News, Rabu (22/5/2013).

Seperti diketahui, prahara yang menimpa PKS, memunculkan wacana di kalangan internal partai ini, untuk ke luar dari koalisi. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Fahri Hamzah secara pribadi berharap, partainya ke luar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) partai koalisi pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya ingin sekali partai ini ke luar dari koalisi," kata Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan.

Namun, dia enggan mengungkapkan secara rinci alasan harapannya tersebut. Anggota Komisi III DPR ini hanya mengaku sebagai politikus PKS yang gencar mengkritik pemerintahan Presiden SBY.

Pada kesempatan itu dia mengakui, harapannya itu sangat bergantung kepada keputusan institusi partainya. "Saya termasuk yang memprotes cara kepemimpinan SBY. Tapi ada kewenangan yang lebih tinggi. Itu pendirian saya pribadi," cetusnya.

*http://nasional.sindonews.com/read/2013/05/22/12/751874/ini-2-prinsip-anis-matta-dalam-berpolitik


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Arsip Blog

ARSIP DOKUMENTASI

Bekal Da'wah

 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN