NEWS UPDATE :

Entri Populer Pekan ini

Inspirasi

Kumpulan Kultwit

Kader-Kader Ndeso Siap Menangkan PKS 3 Besar

Minggu, 19 Mei 2013


Ada banyak cara untuk mensosialisasikan nomer urut PKS, karena memang partai ini gudangnya kader kreatif. Dibelahan bumi nusantara, ada yang menukar botol bekas dengan sayuran dengan jumlah 3, ada yang membagi macam-macam sayuran dengan jumlah 3, ada yang dengan pit-pitan alias gowes, ada yang memakai boneka dan lain sebagainya.

PKS Piyungan melakukan sosialisasi PKS nomer 3 dengan pawai keliling Piyungan tanggal 28 April 2013 kemarin. Pawai ini dilakukan dengan mengendarai kereta kelinci dan motor, melewati puluhan dusun di 3 desa yang berada di wilayah kecamatan Piyungan, yaitu Sitimulyo, Srimulyo dan Srimartani.

Bidang Perempuan (bidpuan) tidak kalah unik dalam mensosialisasikan PKS nomer 3 di anggota Pos Wanita Keadilan (Pos WK) yang sudah bertahun-tahun di bina. Ada sekitar 750 perempuan yang tersebar di 14 Pos WK di kecamatan Piyungan, dengan intensitas pertemuan bulanan dan lapanan. Bulanan artinya 1 bulan sekali, Lapanan artinya selapan (35 hari) sekali.

Bulan Mei-Juni 2013 ditargetkan semua Pos WK sudah mengetahui bahwa PKS turut berpartisipasi kembali dalam pemilu 2014 dengan nomer urut 3. Sosialisasi dilakukan dengan cara membagikan Permen Cinta, Sabun Colek Cinta dan Bunga Cinta. Nilainya memang tidak seberapa, tepi itulah kerja wujud cinta dan perhatian kami.

Kalau di tanya KPK dapat uang dari mana, kami sampaikan bahwa pembiayaan DPC kami kumpulkan dari kader DPC kami, dari recehan seratusan yang kami kumpulkan dalam botol air mineral yang kami namai "Kencleng PKS", Karena memang itulah kami, shunduquna juyubuna.

Keterbatasan finansial kami, tidak bisa dapat membendung kreatifitas kami dalam beramal kerja nyata dalam masyarakat.

*by Hida
kader Ndeso _ Siap Memenangkan PKS menuju 3 Besar



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Sejak Bada Shubuh, Kader-kader PKS ini Sudah Bergerak Melayani Masyarakat


Ahad Pagi ini (19/5/2013) setelah Bada Subuh kami pun bersiap-siap untuk agenda rutin PKS Ranting Rorotan, Jakarta Utara. 

Alhamdulillah kali ini kami bisa mengadakan Bakti PKS untuk Masyarakat beruapa layanan kesehatan gratis meliputi: pemeriksaan Gula darah, Asam Urat, Kolesterol Murah dan Tensi darah Gratis di wilayah Pasar Green Garden, Rorotan, Jakut.

Selain pemeriksaan kesehatan, kami juga memiliki program unggulan yaitu 1000 pasang sepatu gratis untuk pelajar SD dan SMP. Sebagai bagian menyukseskan program tersebut kamipun melaksanakan sosialiasi dan pembagian formulir bagi warga Rorotan yang berkenan ikut seleksi program tersebut dengan sasaran siswa yang berprestasi dan siswa tidak mampu.

Alhamdulillah kegiatan yang dimulai pukul 06.30-09.00 ini dikunjungi sekitar 60 warga yang hadir untuk memeriksakan kesehatannya.

Insya Allah program yang sudah menjadi agenda rutin ini akan hadir di wilayah-wilayah lain yg ada di Rorotan. 


*by Nurliani Ummu Nashifa-Zhafira
Isteri Ketua PKS Ranting Rortan



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

"Mengapa PKS Sulit Dilemahkan?"


"Mengapa PKS Sulit Dilemahkan?"


| Achmad Siddik

PKS lagi, PKS lagi. Semua orang tak berhenti membicarakan PKS. Semua kanal media rasanya tak afdlol tanpa menjadikan PKS sebagai berita, baik Headline maupun berita tambahan. Tak hanya itu, tema apapun yang melekatkan nama PKS selalu disimak atau minimal di klik oleh pembaca. Saya sendiri jadi tertarik menjadikan PKS sebagai bahan tulisan karena fenomenanya telah menjadi sumber yang bisa dibahas dari segalan sisi.

Mengapa PKS begitu disorot? Apakah PKS sengaja dijadikan obyek pengalihan isu dari isu-isu besar negara ini seperti korupsi di kalangan pejabat dan lembaga pemerintah, narkoba, terorisme dan isu lain. Apakah karena PKS yang menjadikan moralitas dan dakwah dalam agenda politiknya mengancam partai politik lain? Apakah karena PKS lantang menyuarakan aspirasi sebagian besar rakyat terkait pengusutan kasus korupsi, kenaikan BBM, penguatan KPK, dll? Apakah karena PKS di beberapa daerah berhasil “merebut” tampuk kepemimpinan melalui pilkada? Saya yakin banyak hal lain yang menjadi alasan mengapa PKS tak akan lepas dari sorotan media.

Sebelum berisik media terkait kasus dugaan suap impor daging yang menjerat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq, ada dua kasus lain untuk  melemahkan partai dakwah ini. Kasus tersebut mendominasi pemberitaan  saat itu. Misbakhun, mantan anggota Fraksi PKS yang diduga terlibat pemalsuan surat gadai untuk mendapatkan kredit dari Bank Century dalam waktu sangat singkat ditetapkan jadi tersangka, dipenjarakan dan disidang. Hasil persidangan mengagetkan banyak orang, Misbakhun tidak bersalah dan divonis bebas (Baca detik.com : PK Diterima MA Misbakhun Diputus Bebas )

Kemudian, kasus “video” dari Arfinto, salah satu anggota DPR dari FPKS telah membuat geger dunia politik dalam negeri. Namun PKS bisa mengatasinya dengan permohonan  maaf dan pengunduran diri Arifinto. Kasus video Arifonto ini banyak kejanggalan dimana demikian “professional” nya media mendapat bidikan kegiatan Arifinto di sidang paripurna padahal ada ratusan anggota dewan lain yang ada di ruangan itu. (baca tulisan kompasianer : Mafia Wartawan : Studi Kasus Arifinto )

Pengunduran diri Luthfi Hasan Ishaq (LHI) pasca penetapan dirinya sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan suap kuota impor daging menjadi drama pelemahan PKS berikutntya. Apa yang dilakukan PKS? PKS menjawabnya dengan segera mengganti LHI dengan Muhammad Anis Matta sebagai Presiden PKS melalui keputusan Majelis Syuro PKS. Proses pergantian pimpinan partai di Indonesia yang paling cepat ini, diisi oleh orasi politik Anis Matta yang menurut banyak ungkapan pendukung PKS sebagai Orasi yang Cetar Membahana. Orasi ini diyakini kader dan pendukung PKS mampu membalikkan dugaan banyak pengamat politik bahwa PKS makin lemah,  akan jatuh dan sulit bangkit lagi. Faktanya PKS mampu bangkit dan menjadi kontributor paling signfikan dalam kemenangan Pilgub di Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Kasus LHI terus menggelinding bak bola salju. Dugaan suap yang menjerat LHI akhirnya melebar ke kasus pencucian uang. Media meledakkan kasus ini dengan bumbu-bumbu perempuan seksi yang terkait denga Ahmad Fatanah. Puncaknya, media memiliki celah kembali lewat aksi security PKS yang menolak penyitaan mobil yang diduga hasil pencucuian uang oleh KPK. KPK yang tidak bisa menyita mobil di area kantor DPP PKS dikesankan sebagai perlawanan oleh PKS oleh media. Munculllah headline “PKS melawan”  dan “KPK vs PKS”.  PKS seolah  dalam pusaran badai yang semakin terjepit. PKS mengakhiri pusaran badai berita “perlawanan” itu dengan penyerahan mobil-mobil tersebut dengan aman dan damai karena KPK membawa surat-surat yang seharusnya tersedia saat melakukan penyitaan.

Sampai kemudian acara yang banyak menyita pemirsa  televisi di Indonesia, Indonesia Lawyer Club menayangkan talkshow dengan tema “Uang Daging Mengalir Kemana” publik sebagai beranggapan PKS akan “dibantai” di acara ini. Hasilnya diluar dugaan, para pakar dan sebagian besar peserta ILC justru memandang kasus pencucian uang yang disangkakan ke LHI terkandung muatan politis dan makin mengesankan KPK melakukan aksi “Tebang Pilih”.  PKS tidak sampai menjadi bulan-bulanan dan justru berbalik, posisi KPK menjadi tersudut.

Pelemahan PKS akan memuncak pada persidangan yang mengagendakan kesaksian Ahmad Fathanah (AF) pada jumat, 17 Mei 2013. Ahmad Fathanah yang merupakan kunci “pelemahan” PKS yang selama ini dijadikan sumber oleh KPK justru bersaksi meringankan pada sidang tersebut. Bahkan AF menyatakan permintaan maaf pada PKS karena ikut menyeret partai tersebut dalam kasus yang tidak ada kaitannya dengan partai berlambang bulat sabit dan padi emas itu. (Baca kompas.com Fathanah Minta Maaf pada PKS ) Lagi-lagi PKS tidak jadi lemah. Justru pasca kesaksian AF ini, moral PKS termasuk kadernya semakin tinggi dan keyakinan akan bebasnya LHI semakin besar. Beberapa akun twitter yang sempat terlintas di TimeLine dam dua hari terakhir, banyak kicauan yang menabalkan tagar #BebaskanLHI. Lagi-lagi untuk  yang kesekian kalinya, PKS gagal dilemahkan.

Mengapa PKS sulit dilemahkan dengan berbagai skenario, yang diyakini oleh pimpinannya sebagai upaya “Konspirasi” ini? Akan sangat banyak analisa yang akan terangkai dalam tulisan dan  pembicaraan bila menjawab pertanyaan tersebut. Karena saya bukan pengamat politik, saya tak bisa mengulasnya dari sisi politik. Saya bukan pakar komunikasi politik, jadi saya takkan memaksakan diri menganalisa dari sisi itu. Saya hanya warga negara biasa yang peduli akan keadilan hukum dan persatuan bangsa.

Satu hal yang perlu dicamkan banyak orang, bahwa ada “campur tangan” lain yang mungkin terlewatkan oleh pihak-pihak yang selama ini punya upaya pelemahan tesebut. Kader-kader PKS dan sebagian masyarakat yang mendukung PKS, sangat yakin, bila PKS masih jujur dan berada pada jalaur yang lurus dalam mengemban amanah, Tangan Tuhan akan menjadi pelindung mereka. Skenario Tuhan yang belum menginginkan PKS lemah dan hancur sangat diyakini oleh para pendukung PKS. Keyakinan spriritual inilah yang akan terus menjadi amunisi terhebat yang dimiliki oleh PKS dan banyak orang juga yakin dengan kekuatan ini.

Skenario Tuhan akan membalikkan semua niat buruk dan upaya jahat manusia. Maka kita bisa lihat, orang-orang zaman Orde Baru yang menjadi tahanan politik karena menjadi pihak yang kritis, justru menjadi tokoh penting di era reformasi. Mereka yang berjuang masih pada jalan yang benar dan lurus, meski dengan tipu muslihat dan kelicikan, takkan pernah merasa takut dan lemah hanya karena pengapnya penjara, tikaman fitnah dan penghancuran nama baik. Orang-orang yang berjuang dengan tetap mengedepakan moral pasti meyakini adanya “skenario-Nya” yang lebih indah pada akhirnya.

Dimanapun kita berjuang, apapun partai dan media perjuangannya, jangan lupa akan ”skenario-Nya” yang takkan mampu dilawan oleh kekuatan tirani bahkan konsprasi sekalipun. Satu syarat, kita perlu dekat sedekat dekatnya dengan Tuhan agar DIA berkenan memberi “skenario” yang indah pada ujungnya. Satu syarat lagi,  sadarilah bahwa kita juga tak lepas dari salah dan khilaf kemudian melakukan pertaubatan yang telah kita ikrarkan. Bukan pertaubatan yang kamuflase yang diikrarkan ke berbagi kanal media namun abai melakukannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Salam keadilan!


*http://politik.kompasiana.com/2013/05/19/mengapa-pks-sulit-dilemahkan-561369.html



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Dengan Sampan, Suami Istri Kader PKS ini Mengisi Halaqoh Antar Pulau


Dengan menumpangi sampan, kader PKS menyeberangi banyak pulau dengan medan yang berat dan penuh rintangan. Para Kader PKS di Kundur Kabupaten Karimun Kepulauan Riau itu tidak sedang menguji adrenaline dengan menggunakan sampan atau perahu. Mereka berdakwah kepada masyarakat di pulau-pulau.

Lika-liku perjalanan, perjuangan dan pengorbanan mereka di jalan dakwah sungguh sangat luar biasa. Salahsatu sepenggal kisah perjuangan dan pengorbanan mereka berikut ini bisa menjadi pelecut bagi ikhwah di manapun.

Selasa (14/5), sepasang suami istri dari DPC PKS Kundur Utara Karimun, Akh Jasim dan istrinya Misgiyati, mengisi halaqoh di salah satu pulau tepatnya di Desa Sebele Kecamatan Belad. Aktivitas ini rutin mereka lakukan setiap pekan. Menyebarkan ilmu, membina kader-kader dakwah.

Ketika mereka baru saja selesai mengisi halaqoh sekitar habis Isya pukul 20.15 wib, mereka lalu menuju pelabuhan untuk pulang ke Kundur Utara. Saat turun ke pelabuhan, sampan yang mereka tumpangi itu terbalik, sedangkan mereka telah berada didalamnya dan ikut kejebur kelaut bersama sampan tersebut. 

Alhamdulillah... musibah itu tidak mengalami hal yang fatal. Keduanya selamat dalam musibah tersebut. Namun sang istri sempat tenggelam namun masih sempat diselamatkan sang suami. Dengan musibah tersebut sebuah HP milik akh Jasim rusak dan beberapa buku pun ikut rusak akibat basah kejebur ke laut. 

Akh Jasim merupakan Sekretaris DPC PKS Kundur Utara yang ditugaskan untuk membina dan mengelola halaqoh di Desa Sebele bersama sang istri tercinta. Beruntung anak mereka yang berumur 4 tahun kali ini dititipkan sama neneknya, namun biasanya anak mereka selalu dibawa serta saat mengisi halaqoh di pulau.

Ini merupakan perjuangan yang tak akan terlupakan oleh akh Jasim dan istrinya. Bagaimana pun beratnya perjuangan mereka dalam berdakwah tak pernah terpikirkan untuk surut walau selangkah. Mereka merupakan sosok kader yang tangguh yang siap berjuang di jalan dakwah ini. ***


*PKS Karimun


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Ibarat “Quick Count”, PKS Sementara Unggul


Oleh Chairul

Angin segar mulai berhembus dimarkas PKS, ibarat perhitungan quick count PKS sementara unggul. Paling tidak PKS dan kadernya sementara dapat bernafas lega setelah menjadi bulan-bulanan di semua media informasi yang ada. Dua stasiun TV nasional jadi gambaran “serangan” terhadap PKS, belum lagi di social media facebook, twitter termasuk di kompasiana ini.

Hal ini setelah Mr. Ahmad Fathonah yang membuka kesaksiannya di persidangan perdana jumat(17/5) kemarin menghentak kita semua terutama yang selama ini phobia PKS. Informasi yang dikeluarkan AF dalam persidangan bertolak belakang dengan mainstream media selama ini yang selalu memojokan PKS. Walaupun ini masih tahap awal persidangan namun isu-isu utama yang bergulir dimasyarakat sudah ada gambaran titik terang.

Paling tidak ada beberapa isu yang sudah ada titik terangnya antrara lain;

(1) Pertama isu AF adalah kader PKS, ini ditegaskan oleh AF bahwa dia hanya seorang calo proyek bukan kader PKS

(2) Kedua isu uang 1M yang dijelaskan AF uang tersebut bukan untuk PKS dan LHI berulang kali menolak pancingan AF tersebut.

(3) Ketiga isu pertemuan di Medan, pertemuan ini tidak ada kaitannya dengan impor daging sapi tetapi hanya membahas perbandingan data yang dimiliki mentan dengan pihak AF. Dipastikan oleh Mentan tahun 2013 tidak ada impor daging sapi.

Persidangan masih akan terus digelar dihari mendatang, publik berharap semoga persidangan dapat mengungkap siapa yang benar dan siapa yang salah dan penegakan hukum di negara ini tidak dipengaruhi oleh kekuasaan, bilamana hukum dipengaruhi oleh kekuasaan maka tunggulah kehancuran bangsa ini. ***


*kompasiana


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

"Cermin Kebenaran" | Anis Matta


Di awal hanya ada Allah sendiri. Lalu Ia menciptakan arsy-Nya di atas air. Setelah itu Ia ciptakan pena. Kemudian dengan pena itulah ia menitahkan penulisan semua makhluk yang akan Ia ciptakan di alam raya ini: langit, bumi, malaikat, manusia, jin hingga surga dan neraka. Dengan pena itu juga Ia menitahkan penulisan semua kejadian dengan urutan-urutannya pada dimensi ruang dan waktu. Begitulah susunan kejadiannya.

Dari Allah awalnya dan kelak ke sana akhirnya. Namun jika Allah tidak mendapatkan manfaat dari ciptaan-ciptaan-Nya, maka tidak ada yang dapat menjelaskan motif di balik sejarah kehidupan itu kecuali hanya satu kata: c i n t a!

“Maka”, kata Ibnu Qayyim dalam karyanya Taman Para Pencinta, “semua gerak di alam raya ini adalah gerak yang lahir dari kehendak dan cinta.” Dengan dan untuk itulah alam ini bergerak. Kehendak dan cintalah alasan pergerakan dan pemberhentiannya. Tak satupun makhluk di alam ini yang bergerak kecuali bahwa kehendak dan cintalah motif dan tujuannya.

Sesungguhnya hakikat cinta adalah gerak jiwa sang pencinta kepada yang dicintainya. Maka cinta adalah gerak tanpa henti. Dan inilah makna kebenaran ketika Allah mengatakan,

“Dan tiadalah Kami menciptakan langit dan bumi serta semua yang ada di antaranya kecuali dengan kebenaran.” (QS Al Hijr: 85).

Jadi, cinta adalah makna kebenaran dalam penciptaan. Itu sebabnya, hati yang dipenuhi dengan cinta lebih mudah dan cepat menangkap kebenaran. Cinta tidak tumbuh dalam hati yang dipenuhi keangkuhan, marah dan dendam. Bukankah Nabi saw mengatakan makna sombong adalah menolak kebenaran. Begitulah keangkuhan menyesatkan Abu Jahal, Heraklius dan Saddam Husein.

Cinta melahirkan pengakuan dan kerendahan. Cinta adalah cahaya yang memberikan kekuatan penglihatan pada mata hati kita. Begitulah cinta akhirnya membimbing Abu Bakar, Al Najasyi dan Cat Steven kepada Islam. “Cinta dalam jiwa”, kata Iqbal, “serupa penglihatan pada mata”.

Pengetahuan bahkan bisa menyesatkan kalau ia tidak dibimbing oleh kelembutan tangan cinta. “Itu kebutaan.”, kata Einstein. Sebab ia tidak melahirkan pengakuan dan kerendahan hati. Itu juga yang menjelaskan mengapa ilmu pengetahuan modern justru menjauhkan Barat dari Tuhan. Di sana cinta tidak membimbing pengetahuan. Maka dengan penuh keyakinan Iqbal berkata dalam karyanya Javid Namah:

Pengetahuan bersemayam dalam pikiran,
Tempat cinta ialah hati yang sadar-jaga;
Selama pengetahuan yang tak sedikit juga mengandung cinta,
Adalah itu hanya permainan sulap si Samiri;
Pengetahuan tanpa Ruh Kudus hanya penyihiran



*Serial Cinta Anis Matta



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Ustadz Hilmi Aminuddin: Kita Akan Dimenangkan Allah



Dakwah ini adalah proyeknya Allah, dan kita hanyalah pelaksananya saja. Kalau langkah-langkah kita sesuai dengan irsyadat (bimbingan) dan taujihat (arahan-arahan) rabbaniyyah wan-nabawiyah (Rabb dan Nabi), kita akan dimenangkan oleh Allah SWT, insya Allah…

Karena dengan selalu disiplin terhadap manhaj rabbani, dengan taujihat rabbaniyyah, irsyadat rabbaniyah yang diberikan Al-Qur’an dan sunnah, maka kita sebelum dinilai menjadi pemenang di hadapan manusia, insya Allah telah dinilai menjadi pemenang di hadapan Allah.

Ikhwan wa akhwat fillah…meraih kemenangan di mata Allah harus menjadi target utama dan pertama sebelum meraih kemenangan menurut penilaian manusia. Na’udzubillah, kalau meraih kemenangan menurut penilaian manusia, sementara kalah menurut penilaian Allah, maka faqad khasira khusraanan mubiina. Rugi serugi-ruginya.

Saya pernah menjelaskan rumusan kemenangan rabbani yang sangat sederhana, seperti disampaikan oleh Imam Ahmad bin Hambal yang mengatakan bahwa definisi kemenangan itu adalah ‘Maa laazumul haqqu qulubana’ artinya: ‘selama kebenaran masih tetap kokoh di dalam hati kita.” Luzumul haq fi qulubina, itulah kemenangan. Itulah intishar. Itulah keberhasilan. Dalam percaturan, pertempuran, apakah ma’rakah siyasiyah, ma’rakah fikriyah, atau ma’rakah intikhabiyah, bentuknya apakah Pilkada di Kabupaten, Kota, Provinsi, Pemilu Nasional, Legislatif atau Presiden, pertama-tama yang harus diraih adalah kemenangan menurut penilaian Allah.

Insya Allah, jika kita dinilai Allah sebagai pemenang, Allah akan memberikan kemenangan yang dinilai oleh manusia. Itu rumusan dasar yang harus kita pegang. Jangan sampai target kemenangan-kemenangan pilkada atau pemilu nasional, membuat kita kalah menurut perhitungan Allah SWT. Kalah karena godaan-godaan jabatan jadi gubernur, bupati, walikota, bahkan presiden. Menang menurut manusia, kalau kemudian dalam posisi itu adalah hasil kecurangan, kezaliman dan ketamakan, maka maghlub ‘indallah, itu kalah menurut Allah.

Sebab ada inkhila-ul haq minal qalb, tercabutnya kebenaran dari hati. Tercerabutnya amanah dari hati. Inkhila-ul shidq, tercerabutnya kejujuran dari hati. Itu adalah kekalahan di sisi Allah. Tentu semua itu tidak kita inginkan. Karena itu kader-kader yang sudah memasuki lembaga-lembaga Negara, yang jadi gubernur atau wagub, atau walikota, atau wakil, agar mempertahankan kemenangan di sisi Allah dalam posisi itu. Agar tetap mustahiq (berhak) mendapatkan kemenangan berikutnya di arena perjuangan dan pergaulan antar manusia. ***


Oleh: Ust. Hilmi Aminuddin

*al-intima



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Pengakuan Ahmad Fathanah Menguntungkan PKS

Sabtu, 18 Mei 2013

Wijaya Kusumah
Blogger - Kompasioner

Saya terkejut mendengar pengakuan Ahmad Fathanah (AF) di televisi. Ternyata AF punya hutang sama ustadz LHI dan dia tak berniat memberikan uang 1 milyard utk PKS. AF pun minta maaf kepada PKS atas perilakunya yang tidak terpuji. Terbukti, AF bukan kader PKS, dan hanya teman ustadz LHI saja.

Kebenaran semakin terkuak. Pada akhirnya kebenaran itu akan menemukan jalannya sendiri. Kekuatan sosial media yang tidak memihak akan menjadi senjata yang membuktikan kebenaran itu.

Saya bukan kader PKS. Bukan juga simpatisannya. Namun saya melihat PKS akan diuntungkan dengan pernyataan af ini. Kita tunggu saja persidangan berikutnya. Pasti akan semakin seru.

Publik juga semakin tahu bahwa opini media yang mencap PKS menjadi partai korupsi sapi akan membuat PKS menjadi semakin bersinar di pemilu 2014. PKS akan terbukti menjadi partai yang amanah dan jauh dari korupsi. Semoga saja demikian.

Perlu kita ketahui, setiap kader PKS yang dijadikan tersangka oleh KPK terbukti tidak bersalah di pengadilan. Kasus Misbahkum misalnya, ternyata di persidangan beliau terbukti tidak bersalah.

Akan ada episode baru tentang Anas Urbaningrum dan Andi Malaranggeng dari Partai Demokrat yang akan jauh lebih dahsyat dari kasus AF dan LHI ini. Semoga media bisa fair memberitakannya.

Saya yakin ustadz LHI tak bersalah dan pasti beliau akan bebas karena bukti yang ada dapat dipatahkan di pengadilan. Nama PKS pun semakin bersinar dan kita akan melihat PKS akan menemui kejayaannya.

Pengakuan Ahmad Fathanah atau AF jelas sangat mengagetkan publik. Apalagi acara itu disiarkan secara live di televisi. Semoga kebenaran terkuak dan PKS menjadi partai teladan dambaan umat.

Salam blogger persahabatan

Omjay 
http://wijayalabs.com


*sumber: http://politik.kompasiana.com/2013/05/18/pengakuan-ahmad-fatonah-menguntung-pks-561328.html



:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Teman Luthfi di Gontor: Kebenaran Akan Terungkap!


Teman akrab Luthfi Hasan Ishaaq di Pondok Pesantren Moderen Gontor, Anshary Siregar, yakin koleganya tidak bersalah dalam kasus korupsi pengurusan kouta impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Anshary berkilah, Luthfi hanya menjadi korban tahun politik menjelang pesta demokrasi 2014.

"Saya kenal baik Luthfi, kita satu pesantren di Gontor dan dia enggak kayak gitu kok. Ini kan tahun politik, (parpol) kompetitor sudah agak memanas," ungkap Anshary usai diskusi Polemik Sindo Radio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5/2013).

Anggota Badan Kehormatan (BK) DPR itu mengungkapkan, bahkan bukan hanya dia yang tidak habis pikir dengan penetapan Luthfi sebagai tersangka, ratusan ribu orang yang mengenal Lutfi dari partai PKS juga bingung mengapa.

"Kebenaran akan terungkap. Allah pasti akan menunjukkan kebenaran. Beberapa waktu lagi, kebenaran pasti terungkap," kata Anshary.

Seperti diberitakan, Januari lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Luthfi sebagai tersangka penerima suap Rp1 miliar dari PT Indoguna Utama terkait kasus pengurusan daging sapi impor.

Selain Luthfi turut ditangkap kolega mantan Presiden PKS itu, Ahmad Fathanah bersama seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat.

Kini berkas Luthfi dan Fathanah sudah dinyatakan lengkap dan akan segera disidangkan. "Direncanakan pekan depan LHI dan AF akan naik ke tahap dua (P21)," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi Rabu 15 Mei lalu. (okezone)


:: PKS PIYUNGAN | BLOG PARTAI KEADILAN SEJAHTERA :: 
Klik Download App BB | Klik Download App Android

Arsip Blog

ARSIP DOKUMENTASI

Bekal Da'wah

 
© Copyright PKS PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com | Redesign by PKS PIYUNGAN